Jumat, 22 April 2011

Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk



Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.
”Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang,” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4).

Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian.

Berdasarkan penelitian Atmarita dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan pada 2010, tinggi badan anak laki-laki Indonesia pada umur 5 tahun rata-rata kurang 6,7 sentimeter dari tinggi yang seharusnya, sedangkan pada anak perempuan kurang 7,3 sentimeter. Anak umur 5 tahun seharusnya memiliki tinggi badan 110 sentimeter.

”Kurangnya konsumsi pangan hewani akan membuat kurangnya sejumlah zat gizi mikro yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak,” kata Minarto. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.

Kasus kegemukan meningkat

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi kegemukan anak balita Indonesia mencapai 14 persen, dengan rincian prevalensi 14,9 persen dari keluarga kaya dan 12,4 persen dari keluarga miskin. Jumlah anak balita kegemukan meningkat karena survei serupa pada 2007 menunjukkan prevalensi anak balita kegemukan baru 12,2 persen. Kasus kegemukan paling banyak terjadi tahun 2010, yaitu di Jakarta dengan 19,6 persen.

Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, mengungkapkan, penumpukan lemak pada pinggang, yang biasanya dialami orang dewasa, kini semakin banyak terjadi pada anak-anak.

Selain akibat pola makan yang keliru, yaitu banyaknya konsumsi susu dan makanan manis, kegemukan juga disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena anak terlalu banyak menonton televisi dan berkegiatan di dalam rumah yang sempit. Salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang lucu dan sehat.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Rini Sekartini, menambahkan, kegemukan meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, kelainan otot, serta kelainan pernapasan.

Mentega vs Margarin Mana Lebih Sehat?


  
   Mana yang lebih sehat, butter (mentega) atau margarine (margarin)?  Sempat terajdi debat kusir.  Dalam suatu penelitian disebut mentega adalah pilihan yang sehat.  Keesokan hari, muncul lagi hasil penelitian yang menyatakan bahwa margarin lebih sehat.

Mentega dibuat dari krim. Jumlah lemak jenuhnya tinggi, tipe lemak yang biasa didapat secara alami di dalam kebanyakan hewan dan beberapa tanaman. Mentega juga memiliki kadar kolesterol yang relatif tinggi. Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung.

Di lain pihak, margarin terbuat dari minyak sayur yang mengalami hidrogenasi, sehingga bentuknya bisa menjadi padat. Margarin mengandung sedikit atau malah tidak ada sama sekali kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak tak jenuh yang disebut trans fat (lemak trans).

Lemak trans dalam jumlah sedikit ada dalam beberapa produk alami, termasuk mentega. Namun, jenisnya beda dengan lemak trans yang didapat dari proses hidrogenasi.
Merupakan pengetahuan umum bahwa lemak tak jenuh, yang juga ditemui di dalam minyak seperti minyak zaitun, dipercaya lebih sehat ketimbang lemakjenuh. Akan tetapi, yang namanya lemak trans jauh lebih buruk untuk tubuh dibandingkan dengan lemak jenuh.

Pada 2007, sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan dengan kadar lemak trans tinggi di tubuhnya tiga kali berisiko terkena penyakit jantung. Penelitian lain menyebutkan bahwa lemak trans juga bisa menimbulkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, plus sejumlah penyakit lain, termasuk stroke, batu empedu, dan diabetes tipe-2. Lemak trans juga dihubungkan dengan menurunnya fungsi kekebalan tubuh dan mutu ASI yang rendah pada ibu yang sedang menyusui.

Terakhir, meski margarin tidak mengandung kolesterol, lemak trans yang ada di dalamnya bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL, seperti halnya lemak jenuh. Namun, tidak seperti lemak jenuh, lemak trans bisa menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Gizi mentega

Walau mengandung lemak jenuh dan kolesterol, mentega memiliki beberapa kelebihan gizi dibanding margarin.
Mentega adalah sumber alami untuk vitamin A, D, clan E. Selain itu, mentega juga mengandung lemak trans alami bernama Conjugated Lineolic Acid (CLA), yang berguna untuk mengurangi risiko mengalami obesitas dan membuat tulang menjadi lebih padat.

Mentega juga mengandung iodium dan selenium. Yang terakhir adalah salah satu antioksidan penting. Asam lemak yang ada di dalam mentega, glycospingolipids, penting untuk fungsi pencernaan, terutama pada anak-anak.

Mungkin Anda dapat menemukan mentega organik di pasaran. Biasanya mentega jenis itu dibuat dari susu yang berasal dari sapi yang khusus diberi makan rumput (grass-fed). Mentega dari sapi grass-fed mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol.
Pada akhirnya, jika melihat semua data, terutama dari jenis lemak trans yang dikandung, mentega lebih sehat daripada margarin.

Jika Lebih Menyukai Margarin

Bagaimana jika Anda lebih menyukai margarin ketimbang mentega? Anda dapat membeli jenis soft margarine, biasanya dijual dalam kemasan mangkuk (tub). Margarin jenis itu mengandung lebih sedikit trans fat daripada yang dijual dalam bentuk batangan.

Kandungan trans fat lebih sedikit karena proses hidrogenasi lebih pendek. Bahkan, ada margarin dalam tub yang tidak mengandung trans fat sama sekali.
Sayangnya, soft margarine tidak sebagus margarin batangan jika dipakai untuk memasak. Jadi, daripada harus memakai margarin bentuk batang, lebih baik menggantinya dengan minyak goreng, minyak zaitun kalau tersedia, atau mentega.

Durian, Lezat dan Bergizi Tinggi



   Kata orang, durian berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Namun, beruntunglah mereka yang menggemari dan tidak berpantang makan King of Fruits itu. Sebab durian sangatlah bergizi. Buah itu mengandung vitamin B, C, E dan zat besi.

  Banyak kegunaan durian untuk kesehatan. Selain mengandung vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian adalah:

- Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit kulit.

- Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

- Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.

- Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.

- Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.

- Durian mengandung banyak protein lembut, yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.

- Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid.

- Juga direkomendasikan sebagai sumber lemak mentah.

Walau punya banyak fungsi, bukan berarti kita harus mengonsumsi buah ini dalam jumlah yang berlebih. Semua ada takarannya. Wanita hamil dan orang yang menderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian.

Sebenarnya mengonsumsi 100 gram durian pun sudah cukup. Sebab, dalam 100 gram itu saja sudah relatif banyak gizi yang kita peroleh.

Wortel Tak Memperbaiki Penglihatan



Wortel dan kesehatan mata selama ini bagaikan kembar identik. Sayuran berwarna oranye ini memang mengandung nutrien yang bisa menjaga kesehatan mata, tetapi tidak bisa mengoreksi gangguan penglihatan.
Wortel kaya akan vitamin A, di mana vitamin ini sangat penting untuk kesehatan mata. Namun tidak ada yang luar biasa dari sayuran ini karena bayam, kentang, atau labu juga tak kalah kandungan vitamin A-nya.
 
   Para ahli dari American Academy of Opthalmology menegaskan bahwa mengonsumsi wortel saja tidak akan bisa memperbaiki indra penglihatan kita. Yang diperlukan adalah variasi makanan sehingga seluruh nutrisi yang diperlukan terpenuhi karena mata yang sehat juga ditunjang oleh vitamin C, D, dan juga E.
 
  Selain itu jaga juga berat badan Anda karena kegemukan akan meningkatkan risiko diabetes yang jika tidak dikendalikan bisa menyebabkan gangguan saraf dan berakhir pada kebutaan.

Redam Kolesterol dengan Sebutir Apel



Makanlah sebutir apel setiap hari dan dokter pun pergi. Itulah nasihat kuno yang sudah ada sejak 150 tahun lalu dan  masih tetap relevan sampai saat ini.
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat kembali mengungkap kebenaran nasihat tersebut.  Studi menunjukkan, apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu menurunkan berat badan.

Dalam sebuah studi selama setahun terhadap 160 wanita pascamenopause yang rutin mengonsumsi apel, ternyata tubuh mereka lebih sehat. Para responden dibagi dalam dua kelompok, yakni pemakan apel segar dan pemakan apel yang sudah dikeringkan.
Setelah rutin makan apel segar selama 6 bulan, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun hingga 23 persen.

Pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) naik sampai 4 persen.
Sementara itu, wanita dari kelompok pemakan apel kering yang mengasup sekitar 75 gram setiap hari, berat badan mereka rata-rata berkurang. Kadar protein C-reaktif (penanda adanya peradangan dalam tubuh) dan penanda risiko penyakit jantungnya juga turun.
Ilmuwan dari Florida State University menjelaskan, apel mengandung pektin yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak. Apel juga kaya akan polifenol yang menghambat produksi molekul inflamasi.

Khasiat Protein dan Lemak Susu

 

  Selama ini, pemahaman masyarakat tentang susu adalah sebagai sumber protein. Padahal, dalam susu terkandung begitu banyak zat penting lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Seperti dijelaskan Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, susu merupakan makanan dengan zat gizi yang cukup lengkap.

Secara umum, susu terdiri dari kandungan air sebanyak 87 persen dan sisanya  atau sekitar 13 persen adalah padatan. Padatan dalam susu dapat dibagi lagi menjadi lemak, karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.
Kandungan protein dalam susu terbagi menjadi dua fraksi, yaitu whey (20 persen) dan kasein (80 persen). Menurut Made, kedua jenis protein tersebut berbeda dan memiliki peran penting bagi tubuh kita.
Whey adalah protein yang terlarut dalam serum susu pada tingkat keasaman (pH) 4.6 dan suhu 20 derajat celcius. Kandungan whey di antaranya adalah beta lactoglobulin, alpha lactalbumin, immunoglobullin, lactoferrin, dan lainnya.

"Whey begitu banyak manfaatnya. Misalnya beta lactoglobulin yang merupakan komponen terbesar dari whey, berguna untuk menstimulasi asam lemak bebas yang tidak menyebabkan kegemukan," kata Made dalam acara Temu Ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Jakarta Kamis, (21/4/2011).
Sedangkan kasein, lanjut Made, merupakan sumber asam amino dari suatu protein.  Manfaat kasein  di antaranya adalah untuk mencegah hipertensi, menstimulasi pembentukan energi, pertahanan terhadap bakteri dan virus, serta mengatur pertumbuhan di titik-titik tumbuh.
Selain menjadi sumber protein yang baik, susu juga memiliki kandungan lemak yang penting bagi kesehatan.

Fungsi lemak pada susu, kata Made, mempunyai beragam fungsi, bahkan dapat berperan dalam mencegah suatu penyakit.
Pada anak-anak, konsumsi susu juga menjadi penting karena dapat membantu pertumbuhan otak yang sedang tumbuh dan berkembang. "Salah satu bahan baku penting untuk kecerdasan otak adalah kolesterol yang terkandung dalam lemak susu," ujarnya.   Dalam lemak susu, lanjut Made, terkandung beberapa fraksi di antaranya fosfolipid dan fosfatidil kolin yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan belajar dan memori anak.

Selain membantu perkembangan otak, lemak susu juga berfungsi sebagai anti kanker usus besar, dimana dapat meningkatkan apoptosis sel kolonik mutan. Lemak susu juga mendukung pertumbuhan bakteri baik bersifat prebiotik, sebagai antihipertensi, antidiabetik dan imunomodulator. Jadi rajin-rajinlah untuk meminum susu sejak dini.. hehehe..

Menyehatkan Tubuh Dan Pikiran Hanya Dalam 1 Menit



 Rutinitas yang kadang membuat bosan, ditambah kelelahan fisik dan pikiran kita setelah bekerja merupakan masah yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita.
Tak perlu stres dan khawatir, banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga agak kita tetap sehat dan rileks.
Berikut beberapa cara ringang untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran kita dalam waktu 1 menit, seperti dikutip Third Age:


Memeluk pasangan
Penelitian baru menunjukkan bahwa semakin Anda merasa nyaman dengan pasangan, maka Anda memberi perasaan rileks lebih besar kepada tubuh dan pikiran. Perasaan nyaman dimaksud bisa didapat mulai dari saling berpelukan hingga bercinta.
Sebuah penelitian terbaru di Psychosomatic Medicine menunjukkan buktinya. Untuk setiap waktu bermesraan, kortisol—hormon yang dilepaskan tubuh saat stres—berkurang sekira 7 persen.


Dengarkan musik
Lain kali Anda menemukan diri dalam situasi penuh tekanan, pasang headphone untuk mendengarkan lagu favorit. Menurut sebuah studi terbaru di Cleveland Clinic, musik dapat menurunkan tekanan darah dan tingkat stres.


Senyum
Menurut sebuah studi baru-baru ini di Columbia University, senyum mampu melawan stres. Ketika Anda merasa saraf menegang dan perasaan cemas menyerang, luangkan waktu untuk istirahat dan tersenyum.


Tertawa
Ketika stres datang, tertawa benar-benar obat terbaik. Tawa mampu untuk meningkatkan energi, mengurangi rasa sakit, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan meredakan ketegangan.
"Dapatkan screen saver yang konyol. Sewa film yang lucu ketika Anda tiba di rumah. Berhenti memikirkan hal-hal yang terlalu serius!," kata Alice Domar Ph.D., direktur Mind/Body Center for Women's Health di Beth Israel Deaconess Medical Center.


Makan cokelat
Masih merasa bersalah saat mengunyah cokelat? Tak perlu, karena menurut sebuah studi baru-baru ini di Northumbria University, Inggris, cokelat kaya flavanols yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Cokelat juga kaya flavonoid yang membantu tubuh memerbaiki kerusakan yang ada dan melawan racun, meningkatkan memori, melawan kelelahan, dan membantu tubuh dalam tugas-tugas yang menantang mental.


Mengambil nafas dalam
Meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan cukup dengan bernafas dalam. Bernafas memberi manfaat perbaikan proses pencernaan, kebugaran, dan kesehatan mental untuk meningkatkan energi dan rileksasi.


Makan sebuah apel
Buah kaya gizi ini adalah aset utama untuk diet apapun. Apel kaya antioksidan, serat, dan flavonoid, apel membantu mendukung kesehatan jantung, dan menjaga kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh Anda tetap terkontrol.


Mulai hari dengan bunga
Sementara rutinitas sehari-hari dapat menurunkan tingkat energi dan pandangan kita soal hidup bahkan sebelum akhir pekan tiba, penelitian menunjukkan bahwa bunga menjadi jawabannya. Menurut sebuah studi terbaru di Rutgers University, bunga menjanjikan usia panjang, efek positif pada energi dan suasana hati, bahkan dapat mengurangi depresi dan kecemasan. Memandangi warna-warni bunga ataupun mencium aroma semerbaknya tentu menghadirkan perasaan tenang.

~Deby Sylvia~

4 Alasan Harus Makan Pagi



  Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim tidak punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk.

Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melewatkan sarapan.
Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya, berikut adalah penjelasan mengapa  sarapan memberi kebaikan bagi tubuh serta tips bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :

1.  Sarapan dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.
Menunda sarapan membuat Anda sulit memperoleh asupan nutrisi dan vitamin yang direkomendasikan.  Menu sarapan seperti sereal dengan susu atau yogurt rendah lemak plus granula akan memberi cukup kalsium dan serat.

2.  Sarapan bisa menurunkan berat badan.
Ketika Anda beraktivitas dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori secara lambat. Menurut ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet Tanya Zuckerbrot, R.D., sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien.   Namun Zuckerbrot menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda konsumsi.  Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat akan membuat glukosa melonjak, kemudian turun drastis.  Ini juga menyebabkan Anda merasa lapar pada jam 11-an.
Cara yang lebih baik adalah konsumsilah jenis berkarbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum murni. Makanan dengan kadar serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Anda tdak cepat lapar.        

3.  Sarapan tingkatkan kemampuan otak. 
Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi,  sebagian besar energi  - dalam bentuk glukosa dan glikogen - telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya.  Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang.

4.  Perlindungan terhadap sakit jantung.
Riset menunjukkan, wanita sehat yang melewatkan sarapan selama dua pekan memiliki kadar kolesterol buruk LDL lebih tinggi ketimbang mereka yang menyantap semangkuk sereal plus susu di pagi hari.
Zuckerbrot menjelaskan, serat dapat mengikat kolesterol dan mempercepat eksresinya sebelum mencapai pembuluh arteri. Oleh sebab itu pula, penelitian 10 tahun yang dilakukan Harvard Nurses Health menyimpulkan bahwa asupan serat tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga mencapai 50 persen.

Tips sarapan sehat :

1. Sarapan sebaiknya mengandung sekurangnya 5 gram serat, satu hidangan kalsium (setara dengan segelas susu atau yogurt) plus protein dan lemak. Batasi asupan gula hingga 6 gram (satu sendok setara 4 gram).

2. Jika  tak ada waktu sarapan di rumah, Anda bisa membawa roti isi dan susu untuk dinikmati  di perjalanan atau pun setelah sampai di tempat kerja.

3. Telur dalah bahan makanan yang relatif praktis dan mudah disajikan. Kandungan nutrisi dalam telur yakni vitamin A, B2, B6, B12, zat besi, kalium, kalsium, dan zat lain, sangat diperlukan tubuh kita.

4. Supaya bervariasi, kita boleh mengonsumsi  buah favorit untuk kebutuhan vitamin bagi tubuh.  Jika ada waktu di malam hari, blenderlah buah dicampur yogurt atau susu dan simpanlah di di lemari es untuk dikonsumsi pagi harinya.

5. Bila Anda selalu tidak merasa lapar saat pagi hari, Zuckerbrot menyarankan agar Anda menghentikan makan setelah pukul 20.00 malam hari. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, jam biologis nafsu makan Anda akan berubah.  Setiap bangun pagi hari, Anda akan merasa lapar.

Minggu, 10 April 2011

Khasiat Bawang Putih Untuk Pengobatan


  
  Sudah sejak zaman dahulu Bawang putih adalah buah yang biasa digunakan untuk kepentingan pengobatan. Bawang putih memiliki khasiat pengobatan yang besar, karena di dalamnya terkandung unsur minyak yang mudah menguap dan unsur-unsur sulfat.
Manfaat Bawang Putih
1. Merangsang pencernaan.
2. Membersihkan lambung.
3. Menghentikan diare yang disebabkan oleh mikroba.
4. Menghentikan disentri.
5. Bermanfaat bagi saraf.
6. Menghindari pembusukan di lambung.
7. Jika dicampur dengan susu yang sudah diasamkan, maka bisa digunakan untuk menghilangkan batu ginjal dan meringankan sakit ginjal.
8. Meringankan sesak nafas dan gatal-gatal. Yaitu dengan cara membuat minuman bawang putih yang ditambah dengan 2 sendok madu hitam dan bawang putih tersebut sudah dikupas dan digiling lalu dibiarkan antara 2-3 jam. Ramuan itu diminum 1 sendok pada saat mulai batuk.
9. Mengobati penyakit saluran pernafasan seperti yang diakibatkan oleh batuk rejan. Bisa juga diberikan kepada anak-anak sekitar 10-12 tetes dari air bawang putih ini yang dicampur dengan air jeruk, berikan setiap 4 jam sekali.
10. Memelihara dan menjaga tekanan darah, mengaktifkan gerakan jantung, merangsang peredaran darah dan untuk mengobati pengerasan di pembuluh darah.
11. Bawang putih, peterseli, minyak zaitun dan jeruk nipis dapat digunakan untuk menghancurkan batu ginjal.
12. Bawang putih juga memiliki khasiat melembutkan. Oleh karena itu biasa digunakan untuk mengobati sulit buang air besar.
13. Baru-baru ini dari bawang putih berhasil dikeluarkan satu obat yang disebut dengan aniodul yang dimasukkan ke dalam kapsul dan ditutup rapat agar mudah dikonsumsi untuk mengobati penyakit tifus.
14. Minyak bawang putih yang mudah menguap dan airnya memiliki khasiat membunuh berbagai jenis mikroba yang menyebabkan beberapa penyakit. Bahkan lebih berpengaruh daripada bawang merah.
15. Bawang putih juga dapat membunuh cacing di perut anak-anak sekaligus membersihkan lambung. Oleh karena itu, dianjurkan memberi satu gelas susu kepada anak pada pagi hari. Disusul kemudian dengan memanaskan beberapa butir bawang putih dalam air mendidih dan memberikannya kepada anak-anak sebagai obat pencahar. Hal itu terbukti dapat membunuh cacing yang keluar bersama tinja.

Efek Samping  Mengkonsumsi Bawang Putih Berlebihan
Bahaya yang ditimbulkan akibat mengonsumsi bawang putih secara berlebihan adalah dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan berbahaya bagi ibu hamil. Dan tentu saja mengonsumsi bawang putih ini dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada mulut, ada cara yang bisa ditempuh, diantaranya dengan memakan buah apel atau meminum 1 sendok madu lebah setengah jam setelah makan bawang putih, atau dengan cara mengunyah biji-bijian kopi, cumin, atau anise (tanaman jenis wortel), atau dengan memakan daun peterseli.

Makanan Sebagai Obat



  ”Jadikanlah makanan sebagai obat bagi tubuh kita....” Itu kata ilmuwan Yunani, Hippocrates. Boleh jadi itu semacam slogan karena kini ”desakan” berbagai jenis makanan berhamburan di sekitar kita, dan itu menggoda....

Christopher Emille (38) masih ingat runtutan peristiwa ketika dia terkena serangan jantung, lima tahun lalu. Dadanya tiba-tiba terasa sakit saat berenang. Ketika sakit ini tak kunjung hilang, ia dibawa saudara-saudaranya ke rumah sakit.
Setelah menjalani serangkaian tes, oleh dokter, Emille dinyatakan terkena serangan jantung. ”Saya bisa bertahan karena punya kebiasaan berolahraga,” kata Emille, yang memang hobi berenang jarak jauh.

Peristiwa inilah yang kemudian mengubah kebiasaan Emille meski pola hidup sebelumnya sebenarnya tidak terlalu buruk. Emille khawatir karena di lingkungan keluarganya terdapat riwayat penyakit jantung. Pola makan menjadi lebih diperhatikan. Konsumsi sayur dan buah diperbanyak, terutama yang berjenis organik. Setiap kali minum, Emille selalu memilih air putih.
”Selain terasa lebih sehat, berat badan saya juga turun. Jadi, saya percaya bahwa makanan adalah obat bagi tubuh kita,” tutur Emille. Ia seolah membenarkan dalil yang dikemukakan Hiprocrates itu.

Sadar akan pentingnya pola hidup yang teratur, Emille membentuk Komunitas Organik Indonesia (KOI) untuk menyosialisasikan gaya hidup organik, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Anggotanya tak hanya individu yang sudah dan baru berniat menjalankan gaya hidup organik, tetapi juga lembaga dan perusahaan yang bergerak di bidang produk organik.


Pola makan sehat
Vonis dokter karena mengidap penyakit tertentu juga memaksa Willy A. Roffi dan Hendra Alimin mengubah pola makan mereka. Tahun 2004, ginjal Roffi dideteksi bermasalah oleh dokter. Kondisi ini terjadi karena Roffi punya kebiasaan jarang minum dan menyukai makanan dengan rasa asin.

”Oleh dokter, saya disuruh mengonsumsi makanan sehat. Akhirnya saya mencari katering dengan menu sehat. Saat itu masih sulit untuk mencari katering makanan sehat. Kalaupun ada, harganya mahal,” tutur Roffi.
Meski mahal, demi kesehatan tubuhnya, Roffi berlangganan katering seharga Rp 70.000 per porsi, di luar ongkos kirim, selama empat bulan. ”Lumayan berat juga, tetapi mau bagaimana lagi, saya ingin sembuh,” kata Roffi.

Pola makan sembarangan juga membuat tubuh Hendra memberikan sinyal adanya penyakit. Sewaktu masih bekerja kantoran, Hendra memiliki kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi. Ini terjadi karena dia sering kali tak bisa menghindar ketika mengajak atau diajak teman makan di restoran. ”Kalau sudah makan di restoran, yang dimakan pasti daging,” kata Hendra.

Takut kondisi tubuhnya semakin tak sehat, Hendra mulai memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan baru ini cukup terbantu dengan hobinya berkebun. Hendra dan Roffi kemudian mengembangkan kebiasaan yang mereka lakukan menjadi bisnis yang berpengaruh positif kepada orang lain.

Roffi membuka bisnis katering yang diberi nama Katering Hijau Organik. Katering ini menyediakan berbagai menu dari produk organik untuk mereka yang mengidap penyakit tertentu, ibu menyusui, menu diet, termasuk untuk pengidap autis dan ADHD. Beberapa kali Roffi bahkan menerapkan program subsidi silang dengan memberikan pelayanan katering gratis untuk kalangan bawah.

Adapun Hendra bersama istrinya, Yosefina Skolastika, membuat rumah makan Sedap Alami, yang produknya berasal dari kebun sendiri.
Membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, dalam hal menjadi vegetarian, dijalani Andri (53) dan Budi Dharma Surya. Budi, yang merupakan master yoga, bahkan sudah meninggalkan daging, ikan, dan telur sejak tahun 1978. Budi pun kini merasa lebih sehat karena lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan.


Pola hidup sehat
Kebiasaan orang-orang mengonsumsi makanan organik atau menjadi vegetarian dinilai dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro sebagai pola makan yang baik. Tanpa kebiasaan ini, obesitas menjadi salah satu ancaman yang tak bisa dianggap remeh.

Kolesterol tinggi, darah tinggi, serangan jantung, dan serangkaian kondisi lain yang ditimbulkan dari obesitas membuat obesitas dikategorikan sebagai penyakit. ”Ancaman ini terjadi juga kepada anak-anak. Apalagi dengan banyaknya iklan junk food dan minuman kaleng yang menarik perhatian mereka,” kata Samuel.
Produk organik yang tak tersentuh bahan kimia, dinilai Samuel, memang menjadi bahan pangan yang baik untuk tubuh. Akan tetapi, jika bahan ini masih sulit didapat karena harganya mahal, bukan berarti pola makan sehat tak bisa dilakukan.

”Dengan makanan seadanya yang dijual di sekitar kantor, kita juga bisa makan sehat. Pilih saja makanan yang banyak sayur, seperti gado-gado atau keredok. Jangan milih ayam goreng terus,” ujarnya.
Namun, Samuel mengingatkan, pola makan sehat tak menjamin seseorang bisa hidup sehat dan bugar. Ada empat faktor lain yang juga penting, yaitu berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat.
”Semuanya memiliki porsi yang sama untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bugar. Tidak ada faktor yang pengaruhnya lebih dominan,” kata Samuel.

Pala, Pereda Stres dan Insomnia



    Salah satu rempah favorit di negeri ini adalah pala. Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, pala juga merupakan herba serba bisa. Kandungan kimianya jadi solusi alami untuk meredakan stres dan gangguan insomnia
Pala (Myristica fragan Haitt) merupakan rempah asli Indonesia. Sudah lama pala dikenal sebagai rempah-rempah penghasil minyak atsiri. Minyak ini merupakan salah satu bahan dasar dalam industri minuman dan kosmetik. Secara umum manfaat pala diambil dari kulit batang hingga daging buahnya.


Ringankan nyeri
Batang pohon pala biasa disebut kino, sering dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanamannya menghasilkan minyak atsiri.  Selain itu, ada juga fuli atau benda yang menyelimuti buah berbentuk seperti anyaman, dan biasa disebut bunga pala. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual di dalam negeri.

Secara turun-temurun, pala dimanfaatkan sebagai herba, terutama biji dan daging buahnya. Biji pala diyakini sangat baik untuk mengobati gangguan pencernaan, muntah-muntah, dan lain-lain. Buah pala dapat meringankan semua rasa sakit dan nyeri akibat tubuh kedinginan serta lambung dan usus “masuk angin”.

Daging buah pala sangat baik dan digemari masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya asinan, manisan, atau selai pala. Tidak hanya di dalam negeri, di beberapa negara di benua Eropa dan Asia, pala juga cukup dikenal. Pala sering digunakan sebagai ramuan untuk terapi gangguan tidur, stres, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan stamina.


Redakan stres
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the Proper Use of Medicinal Plants, terungkap bahwa buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan. Kulit dan daging buah pala mengandung minyak atsiri dan zat samak, sedangkan fuli atau bunga pala mengandung minyak atsiri, zat samak, dan zat pati.

Biji pala memiliki kandungan minyak atsiri, saponin, miristisin, elemisi, enzim lipase, pektin, lemonena, dan asam oleanolat. Jadi, hampir semua bagian buah pala mengandung senyawa-senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Selain dibuat ramuan, pala juga dapat dijadikan bahan baku pembuatan sirop. Seperti diungkapkan Michael van den Bos, konsultan medis dan herba dari Herbacure Centre, buah pala dapat dijadikan sirop. Caranya, buah pala rebus untuk diambil sarinya. Tambahkan gula secukupnya bila suka.

“Sirop ini seperti minuman lain yang sifatnya menyegarkan. Sirop buah pala memiliki sifat menenangkan dan cocok untuk meredakan stres,” sebutnya.
Michael juga menyebutkan, karena bersifat menenangkan, ramuan berbahan baku pala cocok digunakan oleh mereka yang mengalami gangguan tidur atau insomnia, juga untuk melancarkan darah, meredakan gangguan lambung, nyeri, dan perut mulas karena masuk angin.
Saat ini di pasaran memang tidak banyak ekstrak pala yang dijual. Untunglah, beberapa pengobat telah mengembangkannya dalam bentuk seduhan yang berdiri sen-diri atau dicampur dengan herba lain.

Di pasar internasional, dikenal beberapa jenis pala, yakni Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, dan Myristica malabarica Lam.
Jenis pala yang banyak dikembangkan terutama Myristica fragrans, sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua.

Jenis Myristica specioga, Myristica sucedona, dan Myristica malabarica produksinya rendah, sehingga nilai ekonomisnya rendah pula. Sementara jenis Myristica fragrans relatif banyak dikembangkan di Indonesia karena merupakan habitatnya.


Meramu Myristica
Secara umum pemanfaatan pala sebagai ramuan herbal adalah dalam bentuk ekstrak, rebusan buah (sirop), atau manisan. Berikut contohnya:     

1.  Ramuan penenang : Ambil serbuk atau ekstrak pala 5-15 gram, campur dengan segelas jus apel atau pisang. Ramuan ini mampu mengurangi rasa tidak nyaman saat Anda sibuk bekerja atau ketika stres mendera.         

2. Gangguan tidur : Ambil kurang lebih 5-15 gram serbuk pala (ekstraknya), campur ke dalam segelas susu maupun jus apel. Cara ini sangat aman dan tidak menimbulkan kecanduan seperti suplemen tidur lainnya.

3.  Dehidrasi : Ambil serbuk pala secukupnya, campur dengan segelas air putih atau air kelapa muda. Minum setiap setengah jam sebanyak-banyaknya.

4. Tingkatkan stamina : Anda dapat memakan langsung manisan buah pala atau minum siropnya. Pilih yang tidak mengandung pewarna atau pemanis buatan. Rasa alami manisan buah pala lebih dianjurkan. Hindari konsumsi dalam jumlah berlebih. Cara lain, Anda dapat menambahkan satu sendok teh serbuk pala ke dalam segelas air putih atau jus belimbing maupun jeruk.   Catatan: Bila Anda menderita penyakit ginjal, sebaiknya konsumsi pala tidak lebih dari 15 gram sehari. Jika Anda ragu, konsultasikan dengan dokter ahli.

Rasa nyeri saat Haid, Wajarkah??

 Setiap perempuan yang sudah melewati masa puber, sudah pasti akan mengalami apa yang dinamakan datang bulan atau menstruasi. Akibat yang ditimbulkan dari siklus bulanan ini pun berbeda-beda. Ada yang merasakan sakit ada pula yang tidak.
Lalu, apakah nyeri pada saat menstruasi itu wajar?

Menurut Michael Fang, praktisi akupuntur dan traditional chinese medicine, rasa nyeri pada saat haid bukanlah suatu hal yang wajar.

"Sebanyak 80 persen wanita menganggap kalau nyeri ketika mens biasa. Itu tidak boleh terjadi," ujarnya dalam talkshow yang digelar di Tirtayu Healing Center, Jakarta, Sabtu, (9/4/2011).

Menurut Fang, banyak sebab yang mengkibatkan nyeri ketika menstruasi. Salah satunya adalah fungsi organ ginjal dan liver yang tidak bagus, serta pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.
Terlalu berlebihnya seorang wanita mengkonsumsi cabai, juga ternyata disinyalir menjadi faktor penyebab siklus mens tidak lancar. "Apa kaitannya mens dengan cabai? Ketika pedas itu berlebihan, akan melukai organ liver yang menguasai pelancaran di dalam siklus mens," jelasnya.

Pada seseorang yang siklus mensnya tidak bagus, biasanya muka akan terlihat agak pucat, sakit kepala, dan gampang marah. Sedangkan bagi yang siklus menstruasinya lancar, akan terlihat pancaran kesegaran, dan kulitnya yang indah.

Perempuan Menjelang Menopause

  Perempuan menjelang menopause paling rentan menderita obesitas. Padahal, obesitas dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
”Perempuan menjelang menopause sangat rentan obesitas lantaran metabolisme tubuh melemah. Proses pembakaran dalam tubuh menjadi lebih rendah,” kata Samuel Oentoro, ahli gizi klinik dari Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jumat (8/4), dalam jumpa pers terkait seminar dan kursus mengenai obesitas.
Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Gizi FKUI itu bertema ”Management of Obesity and Its Related Problems” pada 9-10 April 2011.

Kelebihan berat badan dan obesitas umumnya diukur dengan body mass index (BMI). Nilai BMI didapat dari berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (meter). Seseorang dikategorikan kelebihan berat badan jika BMI 25 kilogram per meter kuadrat. Adapun yang memiliki BMI lebih dari 30 digolongkan menderita obesitas. Batas BMI normal 18,5 - 24,9.

Menopause merupakan proses degenerasi yang antara lain disertai kemunduran metabolisme tubuh dan penurunan produksi hormon yang berperan dalam proses di dalam tubuh. Samuel mengatakan, semakin melemahnya metabolisme tubuh, konsumsi makanan harus dibatasi dengan menerapkan diet sehat, yakni kaya serat buah dan sayur serta rendah lemak.

Untuk menjaga aktivitas tubuh, harus olahraga lebih dari 30 menit tiap hari, misalnya jalan kaki. Untuk yang obesitas, dianjurkan bersepeda dan berenang agar tidak terlalu banyak beban di persendian kaki.
Seiring perkembangan zaman, tidak hanya perempuan yang rawan menderita obesitas, melainkan juga anak-anak. Perubahan pola makan seperti konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis membuat obesitas menjadi masalah sejak kanak-kanak.

Samuel menyatakan, obesitas merupakan penyakit yang harus ditangani. Penanganan masalah berat badan berlebih berpegang pada pola diet yang sehat (seimbang jumlah dan jenis), aktivitas tubuh (olahraga), dan perubahan perilaku. Jika itu tidak berhasil, pasien mengonsumsi obat di bawah pengawasan dokter. Operasi untuk mengatasi masalah kegemukan merupakan solusi paling akhir.

Ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ketua panitia seminar dan kursus obesitas, Inge Permadhi mengatakan, keberhasilan penatalaksanaan obesitas sangat berperan penting untuk memperbaiki risiko, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan jantung koroner.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, lebih dari 1 miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan dan paling sedikit 300 juta di antaranya penderita obesitas. Penurunan berat badan akan jauh lebih berhasil jika didukung program yang sesuai kebutuhan pasien untuk mencapai penurunan berat badan yang optimal dan menjaga berat badan tetap normal melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, perubahan perilaku, dan pengobatan jika diperlukan di bawah pengawasan dokter.
  Bagi sebagian besar kaum hawa, memiliki tubuh indah dan langsing sudah barang tentu menjadi impian. Tak heran bila banyak wanita yang bermasalah dengan berat badan terutama mereka yang obesitas, kerap mencari cara cepat dan murah untuk menurunkan bobot, termasuk metode alternatif.

Salah satu metode alternatif yang banyak dipilih dalam menguruskan badan adalah terapi akupuntur. Ini merupakan teknik pengobatan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh.
Pada praktiknya, penanganan obesitas dengan metode akupuntur tidak selalu menjamin keberhasilan.

Menjalani terapi akupuntur pun tidak boleh sembarangan. Bila tidak dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli, terapi mungkin akan menjadi sia-sia.
Menurut pakar gizi dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. Samuel Oetoro, penanganan obesitas dengan metode akupuntur harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli.

Dalam melakukan akupuntur, ada dua titik pada tubuh yang ditusuk. Pertama adalah titik keinginan untuk terus makan dan yang kedua adalah titik metabolisme.
"Itu berhasil kalau ditusuk pada titik yang tepat, dan harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli," ujarnya dalam seminar dan kursus obesitas dengan tema Management of Obesity and Its Related Problems, Jumat, (8/4/2011) di Jakarta.

Berdasar hasil beberapa penelitian, jelas Oetoro, pelangsingan melalui metode akupuntur hasilnya belum terlalu signifikan.  Menurutnya, kebanyakan pasien akupuntur yang merasa berat badannya turun, lebih karena pengaruh obat yang diberikan.  Padahal, seorang akupuntur yang benar-benar ahli biasanya tidak akan memberikan obat kepada pasiennya.
"Kalau ada pasien yang pulang dari akupuntur pulang bawa obat, berarti akupuntur tersebut tidak meyakinkan," tandasnya.

Mencegah Sakit Punggung

Ada beberapa cara praktis memperkecil peregangan pada punggung untuk mencegah terjadinya nyeri punggung. - Posisi duduk yang benar. Diusahakan agar punggung tetap lurus dan hindarkan meringkuk. Memakai kursi yang bersandaran tegak dan keras agar bisa menopang tulang punggung. Sebaiknya letakkan telapak kaki anda di lantai dengan lutut terlipat dengan sudut yang tepat. - Sikap tubuh. Sikap berdiri yang tepat untuk menghindari peregangan pada punggung adalah meluruskan kepala, tubuh dan kaki dalam satu garis. - Berbaring. Tidurlah di kasur yang kaku atau letakkan papan dibalik kasur anda. Gunakan bantal untuk meluruskan kepala. Cara ini dapat mencegah agar tulang punggung tidak bengkok secara tidak sehat. - Mengangkat barang. Jika anda akan memindahkan barang berat, dekati barang itu sedekat mungkin. Jagalah agar punggung tetap lurus dan bengkokkan lutut anda, agar otot kaki yang meregang, bukan otot punggung yang lebih lemah dari otot kaki. Bila anda mengalami nyeri punggung akibat peregangan ringan atau yang tidak jelas penyebabnya, cobalah cara dibawah ini : · Minumlah aspirin cair atau paracetamol sesuai dosis. · Berbaringlah terlentang (senyaman mungkin di matras keras selama nyeri berlangsung). · Untuk meredakan nyerinya, letakkan botol air panas terbungkus handuk pada punggung anda. Sumber: Mencegah Sakit Punggung http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1744657-mencegah-sakit-punggung/#ixzz1J77fDYhl  <img src="http://imgs.shvoong-static.com/images/2011/_v_070420111027/scp.PNG%22%3E%3C/img>

Berapa Banyak Air Yang Harus Anda Minum Setiap Hari?




Seperti yang kita ketahui, air berperan penting bagi kesehatan tubuh. Konsumsi air yang cukup dapat melancarkan metabolisme tubuh dan mencegah beberapa penyakit akibat kekurangan air. Namun berapakah ukuran cukup yang dimaksud? Berapa banyak air yang harus kita konsumsi setiap hari agar tubuh dapat terhidrasi dengan baik?

Kebutuhan air pada setiap orang berbeda-beda sesuai dengan umur, jenis kelamin, berat badan, kegiatan sehari-hari, suhu dan kelembaban lingkungan. Umumnya kebutuhan air yang diperlukan seorang dewasa adalah sekitar 2 Liter air atau  8 gelas per hari. Sedangkan saat berolahraga, Anda membutuhkan lebih banyak air, namun jumlahnya sangat bervariasi, tergantung pada durasi dan intensitas kegiatan yang Anda lakukan serta pengaruh suhu lingkungan.

Untuk Anda yang sedang menyusui, cairan dengan jumlah lebih dibutuhkan untuk memproduksi susu bagi bayi Anda. Untuk itu, dokter menyarankan untuk minum ekstra 600 - 700 mL  air per hari. Hal ini sangat penting karena ibu perlu senantiasa menjaga agar tubuhnya memperoleh jumlah cairan yang cukup bagi dirinya dan sang bayi.  Ibu menyusui  mampu menyediakan hingga sekitar 750 ml ASI per hari untuk  bayinya, karena itu konsumsi air dalam jumlah cukup sangatlah diperlukan.
Anda juga bisa menghitung jumlah air yang Anda butuhkan di http://aqua.com/itsinme/

Jamu Tradisional




Untuk memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tema ”Resistensi Antimikrobakteri dan Sebaran Globalnya”.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyuntingnya menjadi ”Gunakan Antibiotik secara Tepat untuk Mencegah Kekebalan Kuman”. Alasannya, penggunaan antibiotik yang tak tepat bisa membahayakan kesehatan.
Kesadaran mencegah dan mengendalikan kuman agar tak resisten dengan mengonsumsi antibiotik sesuai ketentuan harus menjadi agenda utama setiap pemangku kepentingan agar generasi mendatang tak menjadi korban kekebalan penyakit. Selain berupaya menggunakan obat secara rasional, ada baiknya mengkaji lebih mendalam pemanfaatan jamu tradisional sebagai alternatif pengobatan.


Sejarah panjang
Dalam beberapa tahun terakhir di kota-kota besar tumbuh menjamur klinik pengobatan tradisional China. Kegencaran klinik-klinik itu berpromosi di media massa mengisyaratkan bahwa pasar pengobatan tradisional masih terbuka lebar.
Pengobatan tradisional China bertumpu pada buku Rahasia Pengobatan Kekaisaran (Huang Di Nei Jing) yang berusia ribuan tahun. Buku ini memuat kesimpulan dan sistematisasi berbagai pengalaman terapi tradisional berikut pengaitannya dengan terapi kedokteran.

Sesungguhnya sejarah panjang pengobatan tradisional itu bukan hanya milik China. Bangsa dan budaya kita juga mempunyai sejarah yang tidak kalah dalam meramu dan meracik obat/jamu tradisional. Kesuburan tanah Indonesia telah menumbuhkan beragam tanaman dengan kekayaan khasiat yang tiada tara.
Dari akar, umbi, daun, bunga, buah, hingga kulit dan batang tanaman, nenek moyang kita telah meramunya menjadi resep jamu untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya untuk pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit, perawatan kecantikan, dan sediaan untuk proses yang terkait dengan kebugaran.

Prasasti Madhawapura pada zaman Majapahit yang menceritakan adanya jenis pekerjaan sebagai peracik jamu—dikenal dengan sebutan acaraki—menunjukkan bahwa jamu secara legal formal telah dikenal sejak masa kerajaan Hindu-Jawa. Tradisi ini kian melembaga pada masa Mataram-Islam. Bahkan pada tatanan tertentu jamu menjadi konsumsi eksklusif warga keraton.
Dewasa ini jamu memang tidak hanya beredar di lingkungan terbatas. Jamu dengan mudah dapat diperoleh dan dikonsumsi oleh khalayak yang membutuhkan. Begitu besarnya permintaan pasar akan ramuan tradisional ini membuat produsen jamu mengambil jalan pintas dengan mencampur ramuan tradisional dengan bahan-bahan kimia obat. Ini menandakan bahwa jamu sesungguhnya telah menjadi pilihan masyarakat luas sebagai rujukan mencari pengobatan.


Pengguna meningkat
Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007, masyarakat yang memilih mengobati diri sendiri dengan obat tradisional mencapai 28,69 persen, meningkat dalam waktu tujuh tahun dari yang semula hanya 15,2 persen.
Laporan Riset Kesehatan Dasar 2010 memberi gambaran bahwa dari populasi di 33 provinsi dengan 70.000 rumah tangga dan 315.000 individu, secara nasional 59,29 persen penduduk Indonesia pernah minum jamu. Angka ini menunjukkan peningkatan penggunaan jamu/obat tradisional secara bermakna. Ternyata 93,76 persen masyarakat yang pernah minum jamu menyatakan bahwa minum jamu memberikan manfaat bagi tubuh.

Kepercayaan masyarakat terhadap jamu yang cukup tinggi ini tentu perlu disikapi dengan arif supaya mereka tidak berpaling pada metode pengobatan tradisional bangsa lain. Tanpa citra jamu yang kuat, produk herbal dari negara lain, terutama China, akan menguasai pasar Indonesia karena promosi mereka besar-besaran walaupun jelas belum tentu benar dan aman.
Di tengah mahalnya harga obat karena di antaranya 95 persen bahan baku masih impor, jamu yang asli Indonesia dapat menjadi alternatif menjaga kesehatan, terutama untuk tindakan preventif, promotif, rehabilitatif, dan paliatif.

Meski demikian, harus diakui, di mata profesi kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan, jamu masih dipandang sebelah mata. Mereka belum berani merekomendasikan kepada pasien untuk mengonsumsi jamu karena jamu dinilai belum teruji secara praklinik dan klinik.
Jamu sebagai obat asli warisan leluhur, meskipun khasiatnya telah dirasakan masyarakat, memang belum diperlakukan sejajar dengan obat konvensional. Sebab, jamu belum dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan formal.
Sebagian kalangan profesi kesehatan di Indonesia masih berpikiran skeptis terhadap jamu. Mereka yang sesungguhnya dipercaya masyarakat justru sering menempatkan jamu sebagai obat nonmedis dan belum bersedia mengobati pasien dengan jamu.


Saintifikasi jamu
Tidak dapat dimungkiri bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklasifikasikan jamu bukan sebagai obat yang bernilai secara ilmiah karena standardisasi kandungan kimianya belum dipersyaratkan. Regulasi BPOM ini menganggap khasiat jamu belum sepenuhnya teruji di laboratorium, lebih berdasar pada khasiat empiris yang diyakini turun-temurun.
Pada titik inilah upaya saintifikasi jamu menjadi niscaya. Saintifikasi jamu adalah penelitian berbasis pelayanan, yaitu pembuktian ilmiah atas manfaat dan keamanan jamu. Tujuannya, memberikan landasan ilmiah penggunaan jamu secara empiris sehingga baik masyarakat maupun profesi kesehatan menjadi yakin untuk memanfaatkan jamu sebagai bagian dari pengobatan resmi.

Saintifikasi jamu akan meningkatkan penggunaan jamu, baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit. Hal yang sangat penting dan mendasar dari saintifikasi jamu adalah pencatatan medis yang lengkap dan cermat serta penggunaan formula yang sama sesuai dengan kesepakatan.
Saintifikasi jamu jelas akan meningkatkan citra jamu sehingga dari aspek ekonomi akan lebih membuka peluang pasar. Setidaknya hal ini bisa semakin meyakinkan masyarakat pencari pengobatan dan membuat jamu tidak sampai kalah pamor dengan ramuan herbal dari negeri seberang.

Oleh karena itu, patut disimak keberlanjutannya bila tahun 2011 ini Kementerian Kesehatan akan melakukan uji coba penggalian kadar keilmiahan jamu melalui pelayanan kesehatan pada 12 rumah sakit. Akankah jamu menemukan jati dirinya yang baru atau justru memperoleh tantangan yang masif dari rezim farmasi dan rezim medis?

Gulali Tidak Membuat Gemuk




Carol O'Neil dari Louisiana State Agricultural Center terlibat dalam studi itu. Ia mendapati para partisipan studi yang hanya mengonsumsi 1,3 ons gula-gula per hari justru lebih ramping daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Para partisipan pengonsumsi gula-gula cenderung mempunyai lingkar pinggang yang lebih kecil, bobot tubuh lebih ringan, dan body mass index (BMI) yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya.
Selain itu, para pengonsumsi gula-gula juga memiliki risiko peningkatan tekanan darah 14 persen lebih rendah dan penurunan risiko sindrom metabolisme sebanyak 15 persen.

Rata-rata BMI dan berat badan pengonsumsi gula-gula pun sedikit lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi. Misalnya, rata-rata BMI pengonsumsi gula-gula adalah 27,7, sedangkan rata-rata BMI mereka yang tidak mengonsumsi gula-gula adalah 28,2.

O'Neil dan koleganya menganalisis survei diet untuk studinya tersebut terhadap 15.000 partisipan berusia 19 tahun atau lebih selama tahun 1999 hingga 2004. Hasilnya, hanya 20 persen partisipan yang menjawab bahwa mereka mengonsumsi bermacam jenis gula-gula. Selain itu, orang dewasa mengonsumsi gula-gula lebih sedikit dibandingkan anak-anak.

Dalam survei tersebut, para peneliti juga mengajukan pertanyaan kepada partisipan tentang apa saja yang mereka makan dalam 24 jam sebelumnya. "Pertanyaan itu hanya menggambarkan apa yang mereka pikir telah dimakannya atau apa yang seharusnya mereka makan," kata Katherine Tallmadge, seorang ahli diet.

Pada akhirnya, temuan studi itu pun meneguhkan pengetahuan ahli nutrisi bahwa mengonsumsi sejumlah kecil gula-gula tidak akan merugikan.
Hal yang terpenting untuk diingat adalah berat badan tidak akan bertambah hanya dengan mengonsumsi gula-gula. Menurut Heather Mangieri, juru bicara American Dietetic Association, konsumsi kalori lebih banyak dari yang kita bakarlah yang bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Makanan Asin yang Bikin Tenang



Ngemil kentang goreng atau keripik kentang yang sedikit asin sering menjadi pelarian rasa bosan atau stres di kantor. Ternyata kebiasaan tersebut banyak manfaatnya untuk memperbaiki mood.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kadar garam dalam tubuh, level hormon stres akan berkurang dan kadar oksitosin, hormon yang berkaitan dengan cinta dan kelekatan emosi meningkat. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus membuktikannya.

Bagaimana respon tikus terhadap stres yang dialaminya sangat tergantung pada kadar garam dalam tubuh mereka. Ketika tikus-tikus tersebut dikekang tali, tikus yang kadar garamnya paling tinggi, bagian otak yang merespon stres tidak aktif dibandingkan dengan tikus yang kadar garamnya normal.

Selain hormon stresnya berkurang, hormon oksitosinnya meningkat. Tikus yang kadar oksitosinnya tinggi terlihat lebih tenang dalam melakukan interaksi sosial.

Sebenarnya penambahan garam ini juga sering dilakukan oleh bartender ke dalam minuman. Walaupun tujuannya adalah untuk membuat Anda merasa haus, tanpa disadari bermanfaat untuk mengurangi stres.

Makanan Sehat