Jumat, 22 April 2011

Orang Indonesia Kian Pendek dan Gemuk



Pola konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia ke depan adalah pendek dan gemuk.
”Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang,” kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indonesia di Jakarta, Rabu (20/4).

Data Direktori Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian.

Berdasarkan penelitian Atmarita dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan pada 2010, tinggi badan anak laki-laki Indonesia pada umur 5 tahun rata-rata kurang 6,7 sentimeter dari tinggi yang seharusnya, sedangkan pada anak perempuan kurang 7,3 sentimeter. Anak umur 5 tahun seharusnya memiliki tinggi badan 110 sentimeter.

”Kurangnya konsumsi pangan hewani akan membuat kurangnya sejumlah zat gizi mikro yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak,” kata Minarto. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur.

Kasus kegemukan meningkat

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi kegemukan anak balita Indonesia mencapai 14 persen, dengan rincian prevalensi 14,9 persen dari keluarga kaya dan 12,4 persen dari keluarga miskin. Jumlah anak balita kegemukan meningkat karena survei serupa pada 2007 menunjukkan prevalensi anak balita kegemukan baru 12,2 persen. Kasus kegemukan paling banyak terjadi tahun 2010, yaitu di Jakarta dengan 19,6 persen.

Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, mengungkapkan, penumpukan lemak pada pinggang, yang biasanya dialami orang dewasa, kini semakin banyak terjadi pada anak-anak.

Selain akibat pola makan yang keliru, yaitu banyaknya konsumsi susu dan makanan manis, kegemukan juga disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena anak terlalu banyak menonton televisi dan berkegiatan di dalam rumah yang sempit. Salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang lucu dan sehat.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Rini Sekartini, menambahkan, kegemukan meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, kelainan otot, serta kelainan pernapasan.

Mentega vs Margarin Mana Lebih Sehat?


  
   Mana yang lebih sehat, butter (mentega) atau margarine (margarin)?  Sempat terajdi debat kusir.  Dalam suatu penelitian disebut mentega adalah pilihan yang sehat.  Keesokan hari, muncul lagi hasil penelitian yang menyatakan bahwa margarin lebih sehat.

Mentega dibuat dari krim. Jumlah lemak jenuhnya tinggi, tipe lemak yang biasa didapat secara alami di dalam kebanyakan hewan dan beberapa tanaman. Mentega juga memiliki kadar kolesterol yang relatif tinggi. Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung.

Di lain pihak, margarin terbuat dari minyak sayur yang mengalami hidrogenasi, sehingga bentuknya bisa menjadi padat. Margarin mengandung sedikit atau malah tidak ada sama sekali kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak tak jenuh yang disebut trans fat (lemak trans).

Lemak trans dalam jumlah sedikit ada dalam beberapa produk alami, termasuk mentega. Namun, jenisnya beda dengan lemak trans yang didapat dari proses hidrogenasi.
Merupakan pengetahuan umum bahwa lemak tak jenuh, yang juga ditemui di dalam minyak seperti minyak zaitun, dipercaya lebih sehat ketimbang lemakjenuh. Akan tetapi, yang namanya lemak trans jauh lebih buruk untuk tubuh dibandingkan dengan lemak jenuh.

Pada 2007, sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan dengan kadar lemak trans tinggi di tubuhnya tiga kali berisiko terkena penyakit jantung. Penelitian lain menyebutkan bahwa lemak trans juga bisa menimbulkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, plus sejumlah penyakit lain, termasuk stroke, batu empedu, dan diabetes tipe-2. Lemak trans juga dihubungkan dengan menurunnya fungsi kekebalan tubuh dan mutu ASI yang rendah pada ibu yang sedang menyusui.

Terakhir, meski margarin tidak mengandung kolesterol, lemak trans yang ada di dalamnya bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL, seperti halnya lemak jenuh. Namun, tidak seperti lemak jenuh, lemak trans bisa menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Gizi mentega

Walau mengandung lemak jenuh dan kolesterol, mentega memiliki beberapa kelebihan gizi dibanding margarin.
Mentega adalah sumber alami untuk vitamin A, D, clan E. Selain itu, mentega juga mengandung lemak trans alami bernama Conjugated Lineolic Acid (CLA), yang berguna untuk mengurangi risiko mengalami obesitas dan membuat tulang menjadi lebih padat.

Mentega juga mengandung iodium dan selenium. Yang terakhir adalah salah satu antioksidan penting. Asam lemak yang ada di dalam mentega, glycospingolipids, penting untuk fungsi pencernaan, terutama pada anak-anak.

Mungkin Anda dapat menemukan mentega organik di pasaran. Biasanya mentega jenis itu dibuat dari susu yang berasal dari sapi yang khusus diberi makan rumput (grass-fed). Mentega dari sapi grass-fed mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol.
Pada akhirnya, jika melihat semua data, terutama dari jenis lemak trans yang dikandung, mentega lebih sehat daripada margarin.

Jika Lebih Menyukai Margarin

Bagaimana jika Anda lebih menyukai margarin ketimbang mentega? Anda dapat membeli jenis soft margarine, biasanya dijual dalam kemasan mangkuk (tub). Margarin jenis itu mengandung lebih sedikit trans fat daripada yang dijual dalam bentuk batangan.

Kandungan trans fat lebih sedikit karena proses hidrogenasi lebih pendek. Bahkan, ada margarin dalam tub yang tidak mengandung trans fat sama sekali.
Sayangnya, soft margarine tidak sebagus margarin batangan jika dipakai untuk memasak. Jadi, daripada harus memakai margarin bentuk batang, lebih baik menggantinya dengan minyak goreng, minyak zaitun kalau tersedia, atau mentega.

Durian, Lezat dan Bergizi Tinggi



   Kata orang, durian berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Namun, beruntunglah mereka yang menggemari dan tidak berpantang makan King of Fruits itu. Sebab durian sangatlah bergizi. Buah itu mengandung vitamin B, C, E dan zat besi.

  Banyak kegunaan durian untuk kesehatan. Selain mengandung vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian adalah:

- Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit kulit.

- Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

- Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.

- Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.

- Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.

- Durian mengandung banyak protein lembut, yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.

- Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid.

- Juga direkomendasikan sebagai sumber lemak mentah.

Walau punya banyak fungsi, bukan berarti kita harus mengonsumsi buah ini dalam jumlah yang berlebih. Semua ada takarannya. Wanita hamil dan orang yang menderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian.

Sebenarnya mengonsumsi 100 gram durian pun sudah cukup. Sebab, dalam 100 gram itu saja sudah relatif banyak gizi yang kita peroleh.

Wortel Tak Memperbaiki Penglihatan



Wortel dan kesehatan mata selama ini bagaikan kembar identik. Sayuran berwarna oranye ini memang mengandung nutrien yang bisa menjaga kesehatan mata, tetapi tidak bisa mengoreksi gangguan penglihatan.
Wortel kaya akan vitamin A, di mana vitamin ini sangat penting untuk kesehatan mata. Namun tidak ada yang luar biasa dari sayuran ini karena bayam, kentang, atau labu juga tak kalah kandungan vitamin A-nya.
 
   Para ahli dari American Academy of Opthalmology menegaskan bahwa mengonsumsi wortel saja tidak akan bisa memperbaiki indra penglihatan kita. Yang diperlukan adalah variasi makanan sehingga seluruh nutrisi yang diperlukan terpenuhi karena mata yang sehat juga ditunjang oleh vitamin C, D, dan juga E.
 
  Selain itu jaga juga berat badan Anda karena kegemukan akan meningkatkan risiko diabetes yang jika tidak dikendalikan bisa menyebabkan gangguan saraf dan berakhir pada kebutaan.

Redam Kolesterol dengan Sebutir Apel



Makanlah sebutir apel setiap hari dan dokter pun pergi. Itulah nasihat kuno yang sudah ada sejak 150 tahun lalu dan  masih tetap relevan sampai saat ini.
Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat kembali mengungkap kebenaran nasihat tersebut.  Studi menunjukkan, apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan membantu menurunkan berat badan.

Dalam sebuah studi selama setahun terhadap 160 wanita pascamenopause yang rutin mengonsumsi apel, ternyata tubuh mereka lebih sehat. Para responden dibagi dalam dua kelompok, yakni pemakan apel segar dan pemakan apel yang sudah dikeringkan.
Setelah rutin makan apel segar selama 6 bulan, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun hingga 23 persen.

Pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) naik sampai 4 persen.
Sementara itu, wanita dari kelompok pemakan apel kering yang mengasup sekitar 75 gram setiap hari, berat badan mereka rata-rata berkurang. Kadar protein C-reaktif (penanda adanya peradangan dalam tubuh) dan penanda risiko penyakit jantungnya juga turun.
Ilmuwan dari Florida State University menjelaskan, apel mengandung pektin yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme lemak. Apel juga kaya akan polifenol yang menghambat produksi molekul inflamasi.

Khasiat Protein dan Lemak Susu

 

  Selama ini, pemahaman masyarakat tentang susu adalah sebagai sumber protein. Padahal, dalam susu terkandung begitu banyak zat penting lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Seperti dijelaskan Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, susu merupakan makanan dengan zat gizi yang cukup lengkap.

Secara umum, susu terdiri dari kandungan air sebanyak 87 persen dan sisanya  atau sekitar 13 persen adalah padatan. Padatan dalam susu dapat dibagi lagi menjadi lemak, karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.
Kandungan protein dalam susu terbagi menjadi dua fraksi, yaitu whey (20 persen) dan kasein (80 persen). Menurut Made, kedua jenis protein tersebut berbeda dan memiliki peran penting bagi tubuh kita.
Whey adalah protein yang terlarut dalam serum susu pada tingkat keasaman (pH) 4.6 dan suhu 20 derajat celcius. Kandungan whey di antaranya adalah beta lactoglobulin, alpha lactalbumin, immunoglobullin, lactoferrin, dan lainnya.

"Whey begitu banyak manfaatnya. Misalnya beta lactoglobulin yang merupakan komponen terbesar dari whey, berguna untuk menstimulasi asam lemak bebas yang tidak menyebabkan kegemukan," kata Made dalam acara Temu Ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Jakarta Kamis, (21/4/2011).
Sedangkan kasein, lanjut Made, merupakan sumber asam amino dari suatu protein.  Manfaat kasein  di antaranya adalah untuk mencegah hipertensi, menstimulasi pembentukan energi, pertahanan terhadap bakteri dan virus, serta mengatur pertumbuhan di titik-titik tumbuh.
Selain menjadi sumber protein yang baik, susu juga memiliki kandungan lemak yang penting bagi kesehatan.

Fungsi lemak pada susu, kata Made, mempunyai beragam fungsi, bahkan dapat berperan dalam mencegah suatu penyakit.
Pada anak-anak, konsumsi susu juga menjadi penting karena dapat membantu pertumbuhan otak yang sedang tumbuh dan berkembang. "Salah satu bahan baku penting untuk kecerdasan otak adalah kolesterol yang terkandung dalam lemak susu," ujarnya.   Dalam lemak susu, lanjut Made, terkandung beberapa fraksi di antaranya fosfolipid dan fosfatidil kolin yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan belajar dan memori anak.

Selain membantu perkembangan otak, lemak susu juga berfungsi sebagai anti kanker usus besar, dimana dapat meningkatkan apoptosis sel kolonik mutan. Lemak susu juga mendukung pertumbuhan bakteri baik bersifat prebiotik, sebagai antihipertensi, antidiabetik dan imunomodulator. Jadi rajin-rajinlah untuk meminum susu sejak dini.. hehehe..

Menyehatkan Tubuh Dan Pikiran Hanya Dalam 1 Menit



 Rutinitas yang kadang membuat bosan, ditambah kelelahan fisik dan pikiran kita setelah bekerja merupakan masah yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita.
Tak perlu stres dan khawatir, banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga agak kita tetap sehat dan rileks.
Berikut beberapa cara ringang untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran kita dalam waktu 1 menit, seperti dikutip Third Age:


Memeluk pasangan
Penelitian baru menunjukkan bahwa semakin Anda merasa nyaman dengan pasangan, maka Anda memberi perasaan rileks lebih besar kepada tubuh dan pikiran. Perasaan nyaman dimaksud bisa didapat mulai dari saling berpelukan hingga bercinta.
Sebuah penelitian terbaru di Psychosomatic Medicine menunjukkan buktinya. Untuk setiap waktu bermesraan, kortisol—hormon yang dilepaskan tubuh saat stres—berkurang sekira 7 persen.


Dengarkan musik
Lain kali Anda menemukan diri dalam situasi penuh tekanan, pasang headphone untuk mendengarkan lagu favorit. Menurut sebuah studi terbaru di Cleveland Clinic, musik dapat menurunkan tekanan darah dan tingkat stres.


Senyum
Menurut sebuah studi baru-baru ini di Columbia University, senyum mampu melawan stres. Ketika Anda merasa saraf menegang dan perasaan cemas menyerang, luangkan waktu untuk istirahat dan tersenyum.


Tertawa
Ketika stres datang, tertawa benar-benar obat terbaik. Tawa mampu untuk meningkatkan energi, mengurangi rasa sakit, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan meredakan ketegangan.
"Dapatkan screen saver yang konyol. Sewa film yang lucu ketika Anda tiba di rumah. Berhenti memikirkan hal-hal yang terlalu serius!," kata Alice Domar Ph.D., direktur Mind/Body Center for Women's Health di Beth Israel Deaconess Medical Center.


Makan cokelat
Masih merasa bersalah saat mengunyah cokelat? Tak perlu, karena menurut sebuah studi baru-baru ini di Northumbria University, Inggris, cokelat kaya flavanols yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Cokelat juga kaya flavonoid yang membantu tubuh memerbaiki kerusakan yang ada dan melawan racun, meningkatkan memori, melawan kelelahan, dan membantu tubuh dalam tugas-tugas yang menantang mental.


Mengambil nafas dalam
Meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan cukup dengan bernafas dalam. Bernafas memberi manfaat perbaikan proses pencernaan, kebugaran, dan kesehatan mental untuk meningkatkan energi dan rileksasi.


Makan sebuah apel
Buah kaya gizi ini adalah aset utama untuk diet apapun. Apel kaya antioksidan, serat, dan flavonoid, apel membantu mendukung kesehatan jantung, dan menjaga kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh Anda tetap terkontrol.


Mulai hari dengan bunga
Sementara rutinitas sehari-hari dapat menurunkan tingkat energi dan pandangan kita soal hidup bahkan sebelum akhir pekan tiba, penelitian menunjukkan bahwa bunga menjadi jawabannya. Menurut sebuah studi terbaru di Rutgers University, bunga menjanjikan usia panjang, efek positif pada energi dan suasana hati, bahkan dapat mengurangi depresi dan kecemasan. Memandangi warna-warni bunga ataupun mencium aroma semerbaknya tentu menghadirkan perasaan tenang.

~Deby Sylvia~